INFO : Memahami "Bahasa Seks" Pasangan

11:03:00 AM Aliza 0 Comments


Sebelum makin parah, ambil tahu apakah penyebab matinya gairah seksual Anda atau pasangan semata-mata karena masalah biologis atau adanya masalah yang lebih serius.

Apakah Anda atau pasangan selalu merasa tidak in the mood pada kehidupan seks? Jangan salah, perkahwinan tanpa seks merupakan wabah epidemik yang perlu digali sampai ke akar permasalahan, karena relasi seksual yang memuaskan merupakan bagian penting dalam perkahwinan. Kehilangan gairah seks, tentu saja akan memberi kesan buruk pada kehidupan perkawinan secara menyeluruh.

Sebelum makin parah, ambil tahu apakah penyebab matinya gairah seksual Anda atau pasangan semata-mata karena masalah biologis atau adanya masalah yang lebih serius. Jangan ragu untuk segera mengenal pasti  penyebabnya agar boleh memahami apa yang sedang terjadi dalam diri Anda sendiri maupun pasangan.

Biasanya, hal-hal yang memengaruhi buruknya kehidupan seksual setiap pasangan adalah perubahan-perubahan biologis (pada wanita maupun lelaki), depresi, anak, kehabisan tenaga akibat keletihan yang luar biasa, pola tidur yang terganggu, hilang atau merosotnya kepercayaan dan rasa hormat pada pasangan, kecemburuan dan kebencian, kehilangan rasa percaya diri, atau perbedaan "bahasa" dalam mengungkapkan cinta.

Soal perbedaan "bahasa" misalnya seperti ini, masih ada suami-isteri yang berfikir, "Mesti macam mana lagi, saya sudah susah payah membuat ini-itu untuknya, tapi masih dianggap tidak sayang?"

Berikut cara memaha­mi "bahasa" pasangan:
* Cermati keperluan emosional Anda. Tanyakan pada diri sendiri, "Apakah saya benar-benar berkeadaan letih untuk berintim-intim atau hanya sekadar penat menghadapinya?" Mintalah juga pasangan mengajukan pertanyaan serupa pada dirinya.

* Seperti apa beban seksual yang Anda bawa saat memasuki hubungan perkahwinan dengan mencermati sejarah kehidupan Anda, dan banyaklah belajar dari pengalaman masa lalu (untuk yang pernah menikah).

* Jangan memanfaatkan seks untuk alasan keliru, atau membebani pasangan dengan makna yang berlebihan. Ingat, seks bukan alat untuk menguji pengesahan pasangan.

* Jangan suka mencari alasan untuk menolak hubungan intim. Misalnya, tidak menyukai berintim-intim dengan pasangan karena takut Si Kecil mendadak masuk kamar. Mengapa Anda tidak mengunci pintu kamar sehingga anak-anak tak boleh masuk?

Ingat, kualiti yang menjadi faktor terpenting dalam hubungan seksual suami-isteri.

Bila Anda bekerja dan memutuskan melanjutkan pelajaran, mulailah mendelegasikan tugas rumah tangga kepada orang lain agar Anda tidak kehabisan waktu dan energi untuk membangun hubungan seksual dengan suami.

Jangan bosan membantu membangkitkan gairah seksual pasangan. Karena di saat-saat tertentu, diperlukan usaha lebih keras dari Anda untuk memberi motivasi dan inspirasi, serta menggugah ketertarikannya pada aktivitas seks dari hal-hal kecil. Misal, menyiapkan air hangat untuk mandinya agar ia dapat relaks sejenak sementara Anda menidurkan Si Kecil.

Jika semua hal itu tidak berhasil juga, jangan malu mengkonsultasikannya dengan pakar. Tanyakan dan gali sebanyak mungkin informasi mengenai faktor-faktor hormonal dan biokimia tubuh yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya gairah seksual.

(Tabloid Nova/Paskaria)


za: hmmmm????????

0 comments:

Google+ Followers

Follow by Email

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...