Hampir jam 12 malam

11:54:00 PM Aliza 2 Comments




Mata dah mengantuk. Tapi ntah, rasa macam tak boleh tidur. Terkebil-kebil mata ni paksa untuk tidur. Kenapa? Saya tetiba teringatkan seorang lelaki. Terlalu teringatkan dia. Menusuk hingga ke tangkai jantung dan hati saya kerinduan pada dia.

Saya cuba lupakan dia buat seketika dengan meriuhkan diri.. menyibukkan masa dengan pelbagai aktiviti, menggembirakan hati dengan gelak ketawa bersama keluarga dan teman-teman... tapi saya tetap tak bisa melupakan dia. Saya cukup rasa tertekan tanpa dia. Ya Allah Ya Tuhanku... kenapa perasaan ini harus hadir. Ya, patah tumbuh hilang berganti... yang pergi tetap pergi, kita yang masih bernyawa ini harus memeruskan perjuangan hidup sebagai hamba Allah yang entah bila akan diambil nyawanya. 

Ayah,
Lelaki yang tak pernah berjaya saya lupakan. Melupakan ayah adalah suatu yg mustahil. Dari hari ke hari saya rindukan suara dia. Ada ketika saya cuba bermonolog sendiri mengikut cara dan nada ada bila telefon.... ya, masih ingat dan terngiang-ngiang lagi suara dan gaya ayah menelefon ku sehari sebelum dia pergi. Masih ceria seperti tiada apa yang akan berlaku, ceria dengan guraunya seperti dia tak akan tinggalkan kami dengan air mata yg tak henti.. kalaula boleh dirakam semua itu....

Ayah, minggu ni cukup 2 bulan ayah pergi, dan dalam masa 2 bulan tu juga masih banyak urusan yg belum dapat diselesaikan.. Ya Allah, susahnya rasa keadaan ini bila ayah tiada. Bermacam-macam urusan yang perlu dibuat, dan masih belum selesai. Hmm... ayah pergi tiada pesan.. dan pesannya sebelum ini yang sering menjadi gurauannya saja yanh sering berlegar-legar di kepala saya... kusut...kusut...


Saya perlukan ayah pada saat ini, saya perlu untuk berborak di telefon dengan ayah saat ini, saya perlu bervideo call dengan ayah tika ini, saya perlu bertanyakan khabar ayah waktu ini... segalanya tentang ayah saat ini. Sebab hanya ayah yang sentiasa memahami dan mengerti perasaan saya dan hanya ayah yang tak pernah bosan melayan karenah saya dan hanya ayah yang tak pernah merungut dengan sikap saya... tidak org lain.. hanya ayah... ayah...ayah...ayah..
Cukup rindukan dia





Za: ingin pergi kepada ayah

2 comments:

eus said...

Sabar ye Za... slalu sdekahkan arwh al-fatihah...
insyaALLAH tenang nnt!

za reesya said...

terlalu rindukan dia....

Google+ Followers

Follow by Email

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...